Kubu Raya, Kalimantan Barat — Upaya mendorong pemerataan akses digital di wilayah pedesaan terus dilakukan melalui berbagai inisiatif kolaboratif. Salah satunya terlihat dalam kegiatan Survey Kelayakan Sekolah Internet Komunitas yang dilaksanakan di Desa Sungai Nibung, Kecamatan Teluk Pakedai, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat, pada Kamis (2/4/2026).
Kegiatan ini melibatkan Common Room Networks Foundation bersama Relawan TIK Kalimantan Barat sebagai bagian dari komitmen dalam memperluas literasi digital dan akses internet berbasis komunitas di wilayah tertinggal.
Direktur Gustaff Harriman Iskandar menyampaikan bahwa survey ini merupakan tahap awal untuk menilai kesiapan desa dalam mengembangkan Sekolah Internet Komunitas. “Kami ingin memastikan bahwa program ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat, baik dari sisi infrastruktur, sumber daya manusia, maupun potensi lokal yang bisa dikembangkan melalui teknologi digital,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua RTIK Provinsi Kalimantan Barat Ferianto menjelaskan bahwa Desa Sungai Nibung memiliki potensi besar untuk pengembangan program tersebut. “Antusiasme masyarakat cukup tinggi, terutama dalam hal pemanfaatan internet untuk pendidikan, usaha mikro, dan akses informasi. Ini menjadi modal penting dalam membangun ekosistem digital berbasis komunitas,” ungkapnya.
Selama kegiatan survey, tim melakukan berbagai tahapan, mulai dari observasi kondisi wilayah, pemetaan infrastruktur telekomunikasi, hingga wawancara dengan perangkat desa, tokoh masyarakat, dan pelaku usaha lokal. Hasil dari survey ini nantinya akan menjadi dasar dalam penyusunan model pengembangan Sekolah Internet Komunitas yang berkelanjutan.
Desa Sungai Nibung yang berada di wilayah Kabupaten Kubu Raya dinilai memiliki tantangan tersendiri, terutama terkait keterbatasan akses jaringan dan literasi digital masyarakat. Namun demikian, peluang untuk berkembang tetap terbuka lebar dengan adanya dukungan berbagai pihak.
Program Sekolah Internet Komunitas diharapkan tidak hanya menjadi sarana akses internet, tetapi juga pusat pembelajaran digital yang mampu meningkatkan kapasitas masyarakat dalam bidang pendidikan, ekonomi, dan sosial.
Kegiatan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam mewujudkan desa yang inklusif secara digital serta mengurangi kesenjangan akses teknologi di wilayah pedesaan Kalimantan Barat.
.jpeg)

.jpeg)

